Agung

Agung Nugroho Susanto Tangkap Bisnis Laundry Inovatif

Dunia wirausaha merupakan dunia yang sangat dinamis dan membutuhkan kreativitas dari seseorang yang terlibat. Salah satunya adalah Agung Nugroho Susanto yang bisa disebut sebagai salah satu pengusaha muda terkemuka di Yogyakarta. Sore itu (18 September) dia sedikit demi sedikit mulai bercerita tentang jalan yang ditempuhnya sebelum akhirnya sukses sebagai pengusaha.
It’s Simply Fresh Laundry yang namanya kini menjadi sangat populer di kalangan mahasiswa di Yogyakarta. Akhirnya pada 28 Februari 2006, dengan modal dua karyawan dan dua mesin cuci, ia berhasil membuka toko pertamanya di Jalan Flamboyan, Gejayan.

Motivasinya menjalankan bisnis laundry berawal dari pengalamannya menggunakan jasa laundry untuk mencuci pakaiannya. Saat itu, bisnis laundry belum meluas seperti sekarang ini. “Laundry dengan layanan dan sistem komputer yang baik, tidak ada yang mengerjakannya dengan serius saat itu. Saya melihatnya sebagai peluang,” katanya.

Agung Nugroho Susanto

Agung melihat bisnis tersebut sebenarnya memiliki prospek yang sangat bagus. “Kalau bisa lebih banyak pelayanannya, otomatis nilai jualnya naik, gradenya juga naik,” imbuhnya. Maka ia membawa inovasi baru dalam usahanya yaitu laundry ekspres 4 jam, wewangian yang berbeda, jaminan cuci dan harga yang bersaing.

Pria kelahiran Lampung itu berbagi modal awal untuk memulai usahanya. Mulai dari joint venture dengan teman, dukungan finansial dari orang tua, hingga pinjaman dari bank, dia lakukan.

Tentu saja, menjadi sukses dalam berwirausaha tidak semudah membalikkan tangan. Sebelum berkonsentrasi pada industri laundry, ia terlebih dahulu membuka toko pakaian bersama temannya. Namun karena kurangnya pengetahuan bisnis yang memadai, dia akhirnya berhenti.

Agung Nugroho Susanto

Kemudian, pada tahun 2005, ia membuka counter handphone di Ramai Mall, yang juga ia kerjakan bersama temannya. Masalahnya kali ini, bagaimanapun, adalah kesulitan mengatur waktu. “Kalau ada saklar telepon, pemiliknya harus langsung nego. Tapi karena saya tidak bisa selalu on call, akhirnya ditutup juga,” ujarnya.

Saat memulai bisnis, ia menyarankan untuk melihat pangsa pasar yang ada. Menurutnya, pangsa pasar terbesar bagi Yogya sendiri berasal dari kelas mahasiswa. “Tetapi setiap kota memiliki segmen yang berbeda. Yogyakarta beda, Jakarta beda,” tegasnya.

Yogya yang identik dengan mahasiswa, misalnya, merupakan pangsa pasar yang tepat bagi industri kuliner. “Prospeknya sangat bagus, karena mahasiswa suka berburu kuliner. Apalagi harganya terjangkau, enak dan menawarkan tempat duduk yang nyaman,” jelasnya. Selanjutnya, kuliner yang ditawarkan sebenarnya bisa dikembangkan untuk menyasar pasar masyarakat umum atau wisatawan yang berkunjung ke Jogja.

Agung Nugroho Susanto

Berbekal kesuksesan Simply Fresh, Agung pun tak tinggal diam. Ia terus memperluas pangsa pasarnya dengan membuka serangkaian wisma bernama Simply Hommy, dengan total 20 unit yang tersebar di Yogyakarta. Kemudian, untuk sisi kuliner, ia juga membuka restoran steak di Jakarta dengan nama Bobby’s Steak dan mulai merambah ke bisnis Kripik Sehat yang semuanya terintegrasi ke dalam Simply Group.

Agung juga berpesan untuk tidak takut tidak memiliki modal jika ingin menjadi pengusaha. “Pengusaha harus berani mengambil risiko, tidak seperti profesional atau karyawan yang relatif lebih mementingkan keselamatan,” jelasnya.

Menjadi seorang wirausahawan tentunya akan menghadapi banyak tantangan dan harus memiliki peluang membaca yang baik. Tugas Anda adalah memiliki keberanian untuk menerima tantangan dan mampu berinovasi. Berani? Tetap bahagia! Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak mencoba!

Baca terus artikel menarik lainnya di careernews.web.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *